RENUNGAN SEORANG IBU

Setiap tanggal 22 Desember bangsa Indonesia memperingati hari ibu sebagai wujud penghormatan kepada kaum perempuan terutama ibu. Pantaskah kaum ibu mendapatkan penghargaan setinggi itu? Tentu sangat pantas mengingat begitu besar peran seorang ibu dalam mendidik putra-putrinya yang notabene adalah tunas-tunas bangsa yang kelak akan melanjutkan roda pembangunan.
Setiap perempuan bertpotensi untuk menjadi seorang ibu. Berbagai kasus yang menimpa perempuan Indonesia seperti trafficking, KDRT, pelecehan seksual, aborsi, penyiksaan para TKW menunjukkan betapa lemahnya kondisi perempuan Indonesia saat ini. Semoga dengan adanya peringatan hari ibu kali ini dapat memecahkan berbagai problema yang dihadapi oleh kaum perempuan dan bukan sekadar seremonial yang berlalu begitu saja.
Menjadi seorang ibu adalah dambaan setiap perempuan. Kebahagiaan tertinggi seorang perempuan adalah manakala dirinya dipanggil ibu oleh buah hatinya. Menjadi seorang ibu tidak sekadar mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak tapi lebih dari itu. Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak dan merupakan pondasi bagi kepribadian anak. Di rumahlah anak mulai mengenal baik dan buruk. Di rumah juga anak mulai mengenal ibadah sebagaimana yang dilakukan oleh orang tuanya. Di sinilah peran besar seorang ibu.Dengan penuh cinta dan kasih sayang ibu mengajarkan banyak hal kepada anak baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan sehingga anak tumbuh sebagai pribadi yang sempurna. Ketika pondasi telah tertanam dengan kokoh maka berbagai godaan di luar rumah tidak akan sanggup menggoyahkan kepribadian anak.
Untuk menjadi ibu yang demikian ideal ternyata tidak mudah. Sebagaimana sebuah nasihat bahwa anak adalah cermin dari orang tua bagaimana anaknya begitulah orang tuanya. Agar bisa memantulkan pribadi yang sempurna sudah tentu orang tua harus memiliki berkepribadian yang sempurna. Dari orang tua yang rajin membaca akan lahir anak yang gemar membaca. Dari orang tua yang rajin beribadah akan lahirlah anak yang taat beribadah. Untuk menuju kesempurnaan tersebut orang tua harus membekali dirinya dengan ilmu pengetahuan dan agama serta berbagai keterampilan yang menunjang. TIdak cukup hanya bermodalkan kata siap menjadi seorang ibu Karena siap itu sendiri meliputi lahir dan batin agar kelak benar-benar dapat menjalankan perannya sebagai seorang ibu. Siap lahir dalam arti ibu dalam kondisi sehat dengan harapan dapat melahirkan bayi yang sehat serta merawat anak dengan baik. Siap batin berarti seorang perempuan telah benar-benar siap menjadi seorang ibu, siap menyambut kehadiran bayi mungil di tengah-tengah keluarganya dengan segala konsekuensinya. Kalau perlu ditambah dengan siap secara finansial walaupun kita tahu kalau setiap anak terlahir dengan rezekinya masing-masing. Tidak ada salahnya orang tua memikirkan finansial juga mengingat kebutuhan anak kecil itu bisa jadi lebih besar dari kebutuhan orang dewasa.Dengan siap finansial berarti orang tua akan memberikan yang terbaik kepada buah hatinya, baik kebutuhan sehari-hari seperti makan, pakaian, serta kesehatan dan pendidikan. Dengan demikian akan terlahir generasi muda yang berkualitas yang menguasai IPTEK dengan dilandasi IMTAQ yang kuat.
Marilah pada hari ibu kali ini kita merenung sejenak. Sebagai seorang bu sudahkah kita memnberikan yang terbaik yang kita punya kepada putra-putri kita? Sebagai seorang anak sudahkah kita berbakti kepada ibu kita? Kalau belum tidak ada kata terlambat mari kita lakukan yang terbaik yang kita bisa entah sebagai ibu entah sebagai anak. Jadilah ibu yang bertanggung jawab karena anak adalah amanah dari Tuhan yang tidak diberikan kepada setiap insan. Dan sebagai seorang anak ingatlah sebuah nasihat bahwa surga berada di telapak kaki ibu. Berbaktilah pada ibu yang telah melahirkan, membesarkan, dan mendidik kita sehingga kita menjadi seperti sekarang ini. Selamat hari ibu untuk para ibu di Indonesia. Teruslah berjuang menyiapkan kader-kader bangsa. Maju mundurnya bangsa ini ada di pundakmu.
Oleh: Retno Kurniawati, S.Pd.
Seorang Ibu dan Pengajar Di SMA Negeri 1 Padangan-Bojonegoro
Share this article :

Posting Komentar

 
Support Download CV
Copyright © 2011 Safira All Rights Reserved